Kualitas


Jam antik automatic atau manual wind tampak sangatlah kokoh serta dibuat memakai bahan pilihan yang memiliki kwalitas di design spesial, tak seperti jam-jam masa saat ini yang tampak ringkih dibuat dengan cara instant, enteng rusak serta memakai bahan memiliki kwalitas namun digabungan dengan bahan kwalitas rendah makanya tak awet.

Serunya berburu jam antik


Karena banyak jam antik yang sudah tak diproduksi lagi, sedang populasi penggemarnya juga makin banyak jadi jam antik sulit untuk dicari, bisa pula tak orsinil, mudah rusak serta mesti dibawa ke tukang servis serta bila ada yang orsinil serta kondisinya bagus juga pasti sudah di tangan kolektor serta butuh duit yang banyak untuk mengakuisisinya. Disinilah letak serunya berburu jam antik mencari yang orsinil serta barangnya mulus sulit memanglah! Kita dapat bertanya ke rekan-rekan, saudara siapa tahu orang-tua mereka masih tetap menaruh jam jadulnya. Atau Hunting segera dengan bertandang ke kota-kota tua umumnya masih tetap ada jam-jam antik tentu diselaraskan dengan kantong maklum saya sudah berkeluarga mesti bijaksana dalam mengatur keuangan pada hobby serta keharusan rumah tangga.

Barangnya bukanlah barang baru


Ya saya tertarik jam mekanis yang antik dikarenakan barangnya bukanlah produksi baru tetapi hasil produksi tahun 50-80 an tentu bila kita memiliki arloji yang produksinya pada tahun tsb dengan situasi yang baik memiliki rasa kenikmatan sendiri. Bila ada jam tangan baru keren serta bagus harganya mahal asal kita memiliki duit yang cukup pasti kita dapat mempunyai jam itu, namun bila jam mekanis antik meskipun kita memiliki duit yang cukup bila barangnya tidak ada tentunya kita tak dapat mempunyai bukan? Disinilah letak ketertarikan saya bakal jam mekanis antik meskipun lantas bukanlah jam baru serta high class namun layak untuk dirawat untuk jadi jam yang paling disayangi serta hobby yang mengasikkan.

Tulisan ini semata-mata pendapat pribadi serta saya meyakini banyak dari Anda pengagum jam antik yang berpendapat serta pengalaman berlainan dengan yang saya alami.

(Berbagai Sumber).

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On Google Plus